Sabtu, 15 Januari 2011







Cara  meremastering windows xp

Siapkan alat seperti di bawah ini:
1. File iso Windows XP (service pack sesuai selera) dalam contoh ini saya menggunakan XP Sp2 Enterprise yang saya slipstream manual dengan SP3 plus update 30 maret 2010.
2. nLite-1.4.9.1 + nLruntimeR3 bagi yang sudah punya lewati (nLruntimeR3 : adalah net framework yang telah disesuaikan untuk kebutuhan Nlite,bagi yang sudah install net framework 2, gak perlu install ini).
3. File Restorator2007.v3.70.1729 atau resource hacker (untuk modif file xp sesuai selera).
http://i42.tinypic.com/2n0opyf.jpg

4. Program WinntbbuED untuk edit file Winntbbu.dll (file tampilan install xp sat progress seperti gambar ini).
http://i40.tinypic.com/v8lsn7.jpg

5. File-file gambar yang akan dipake di contoh ini (sesuai selera pribadi,foto sendiri juga boleh).
6. Program burner (nero, atau sesuai selera, saya suka menggunakan Ultra iso).
7. Vmware atau Virtual machine sejenis, untuk ujicoba.
8. Opsional : - DVD Witer, untuk burning.
- TuneUp Utilities untuk jaga2 jika ada perubahan file boot(disarankan yang portabel saja).
- Sky driver xp untuk otomatis driver atau bisa menggunakan driverpack.
- Minuman ,(karena ini butuk waktu lama).

Prosedurnya :

1. Buat direktori kusus (untuk lebih mudah organisir file,dan sub direktorinya) saya contohkan saya membuat direktori dengan nama Software didalamya ada sub direktori dengan nama xpsp3 untuk tempat master xpnya. Ada folder diverpack ada folder skydriverxp ada folder addons.
2. Extrack file iso XP nya (bisa menggunakan winrar atau ultra iso) atau copy dari cd Master ke folder yang kamu buat tadi walaupun ini nanti bisa otomatis pake nlite.
3. Jalankan nlite
http://i44.tinypic.com/9pyte9.jpg

4. Pilih lokasi master xpnya :
http://i41.tinypic.com/swr8sn.jpg

5.Jika ingin slipstream xp secara otomatis ikuti langkah ini (xp sp1 atau xpsp2 ke sp3) tapi saranku secara manual saja, sebab jika nanti hasilnya kurang puas kita tidak perlu mengulangi langkah ini(hemat waktu).
http://i44.tinypic.com/zxnxw0.jpg

6. Kemudian tentukan apa yang akan kamu lakukan dengan master xp mu itu, tambahkan driver khusus,service pack, unattended install componen apa yang mau kamu buang,atau pertahankan ,tweaks,pilih saja semuanya.
http://i39.tinypic.com/s2qyx4.jpg

7. Langkah ini sangat penting karena semua add-ons akan kamu tambahkan di sini (sesuai selera),tapi yang paling penting jika kamu inggin menjalankan skydriver otomatis saat install adalah add-ons DRVS3m seperti tampak pada gambar adalah paling atas,walaupun pada deskripsi tertulis winrar.
http://i40.tinypic.com/mbmrll.jpg

8. Langkah selanjutnya adalah memilih komponen xp yang akan kamu buang,sebagai contoh alu membuang semua driver kecuali display adapter sama printer,untuk kompabilitas dengan hardware oldies. Aku buang internet games, samel music,backgroun dlll,kalau ragu gak usah di apa-apakan alias lewati saja.
http://i39.tinypic.com/14kk378.jpg

9. Unattended atau secara gampangnya otomatis install,di langkah ini masukan SN windowsmu pilih juga tema yang akan kamu pake secara default,setelah selesai install, regional setting, Users,dll
http://i43.tinypic.com/1zf0odg.jpg

10. Langkah selanjutnya yaitu Option disini yang paling penting adalah bagian patches, untuk memilih tema yang kita pake, agar tidak ada problem nantinya, biasanya aku merubah default profile path dan temporari folder (seperti di linux di %Systemdrive%\Users dan %Systemdrive%\Temp serta beberapa perubahan lain seperti gambar.
http://i39.tinypic.com/2s6onfc.jpg

11. Langkah ini sesuai selera,tapi di langkah ini banayak perubahan ayng aku buat misalnya aku memilih command prompt saat klik kananmhilangkan panah di shortcut pada desktop,dll

http://i41.tinypic.com/1zlyf0w.jpg

12. Selanjutnya proses oleh nlite, kita tunggu dengan sabar, sambil minum,ini tergantung kecepatan komputermu, beberapa menit, jadi sabar ya.....

[http://i44.tinypic.com/2gwuv4m.jpg

13. Final yaitu pembuatan iso,dan burning yang jarang sekali aku lakukan dengan nlite.
http://i42.tinypic.com/2mhioeh.jpg



Untuk edit2 file installer windows ini ada versi mudah dan ada versi repot :)

1. Versi mudah (dengan virtual machine atau sistem kamu yang sedang berjalan) sesuaikan dengan keinginan kamu, dengan transformation pak akan lebih gampang, baik itu ke vista ke 7 atau ke mac, setelah itu copykan file2 seperti yang di atas ke installer windowsnya,ringgal finishing)
2. cara tradisional atau repot, karena kita menyiapkan image dan konfigurasi file kemudian kita edit file 1 by 1 (repot http://www.indowebster.web.id/images/smilies/frown.pngkan).

edit file yang mudah dengan restorator seperti ini :

http://i43.tinypic.com/izs4xw.jpg

atau dengan freeware resource hacker :
http://i39.tinypic.com/242shax.jpg

http://i42.tinypic.com/2w1yyh0.jpg
http://i39.tinypic.com/29xjlgl.jpg

http://i44.tinypic.com/2zsz7ef.jpg
http://i44.tinypic.com/10yzzev.jpg


Tambahan : untuk menambahkan driver dari sky drive, peletakan drivernya sesuai ss dibawah ini. kemarin lupa menambahkan,mungkin ada yang bingung,di taruh dimana, sekali lagi

http://i46.tinypic.com/ranrkx.jpg




Sabtu, 20 November 2010

tugas os

Tugas Installasi Linux

  
SISTEM OPERASI 
Instalasi Linux
Tahap Penginstalan

1.

Setting BIOS a) Masuk ke menu BIOS
Sebelum memulai Instalasi, sebaiknya kita memeriksa dulu setting BIOS. Untuk masuk dalam menu BIOS tekan DEL atau F2 , tergantung dari BIOS yang digunakan. Setelah itu masuk ke menu Boot, kemudian pilih Boot Device Priority            
b) Lakukan Setting Boot
 Setelah masuk ke menu, setting Boot Priority-nya. Pilih CD-ROM sebagai 1
st
     Boot Device, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Tekan F10 untuk menyimpan hasil setting sekaligus merestart komputer.                    2.

Tahap Penginstalan Linux a)

Menu Boot Prompt  
Setting BIOS telah dilakukan, dan computer telah direstart. Segera masukkan CD1 Linux Mandriva 2007. tunggu beberapa saat hingga muncul pilihan boot sebagai berikut.                  Pilih menu Install Mandriva Linux 2007 Spring on your system. setelah itu kita akan masuk ke pilihan Language.                Lakukan setting Language (bahasa) sesuai yang diperlukan. Kita pilih saja English (American) kemudian tekan Next. 
  b) Licence Agreement
pada bagian ini, untuk mempersingkat waktu klik pada pilihan Accept untuk meneruskan proses instalasi.                  
c) Keyboard Layout
Pilih saja Setting Keyboard yang kita gunakan. Untuk default pilih saja US keyboard (international). Tekan Next                      d) Security Level
Pada pilihan ini, kita memilih settingan standard saja. Agar lebih memudahkan dalam penginstalan nanti. Setelah itu tekan Next.                  
 e) Partitioning
Disini kita akan mempartisi Hardisk di Linux. Di situ terdapat beberapa pilihan yaitu
Use Existing Partitions
 (menggunakan Pastisi yang sudah ada),
Erase and Use Entire Disk
 (Hapus dan gunakan Disk yang ada) dan terakhir
Costum disk partitioning
( mensetting sendiri partisi disk).                     Karena kita ingin menggunakan Costum disk partitioning maka klik pilihan tersebut dan tekan Next. Selanjutnya akan terlihat gambar sebagai berikut:                   Seperti yang terlihat digambar, bahwa ekstensi swap, kemudian Journalised FS (ext3) telah digunakan atau telah terpartisi. Namun masih menyisakan ruang kosong/ free space di harddisk tersebut. Kita akan menggunakannya untuk membuat satu partisi berekstensi ext3 (Journalised FS). Sekarang klik ruang kosong yang ingin kita partisi kemudian pilih Crate New Partition                   Kemudian masukkan nilai maksimum di Size in MB. Pada pilihan Filesystem type, pilih Journalised FS ext3. setelah itu tekan OK. Maka akan terlihat seperti gambar berikut.              Partisi berhasil dibuat. Setelah Harddisk telah kita partisi, tekan Done dan akan muncul Dialog Box sebagai berikut               
Pesan tersebut berisi “Partisi yang ada dalam haddisk akan di tulis/write di Disk” ini artinya saat mempartisi
 Linux akan me rewrite dan membagi/Partisi ulang harddisk sehingga bisa digunakan dan data yang ada didalamnya otomatis terhapus (kecuali yang ada dalam Windows). Jika sudah yakin dengan persiapan yang ada, tekan Ok. Akan muncul pilihan format partisi untuk Root.             Beri centang pada pilihan yang ada kemudian tekan Next. Secara otomatis Harddisk akan di format untuk membuat partisi yang telah kita buat sebelumnya.                 
f) Instalasi Paket
Setelah memformat Hardisk untuk di partisi, tahap selanjutnya dalam instalasi linux adalah Instalasi Paket atau Paket Software dalam linux.                        Setelah muncul Dialog box seperti gambar diatas, tekan next. Kemudian kita akan diarahkan ke Package Group Selection. Disini kita bisa memilih paket apa saja yang perlu di install. Pada gambar di bawah ini adalah Package default dari instalasi Linux.                   Pada contoh kali ini kita akan menginstal untuk keperluan Desktop computer, maka kita akan mengintal hampir dari semua paket yang ada kecuali dari Server. Lihat gambar berikut.                     Tekan Next, selanjutnya ada menu Software Management. Berisi aplikasi-aplikasi apa saja yang perlu kita install di Linux. Dan pada gambar terdapat 3 Kategori yaitu Workstation, Server, Graphical Environment.                      Jika dirasa perlu mencek kembali software/paket yang akan diinstal silahkan di lihat dengan menekan tanda panah tersebut. Apabila dirasa sudah cukup, tekan Instal untuk memulai penginstalan paket.                   Tunggu hingga semua paket telah di Intall dan kita akan berlanjut ke tahap selanjutnya
g)Authentication
Selesai dari tahap penginstalan, Linux akan meminta Autentifikasi  dengan mengisi password Root (hak akes tertinggi) isi password  sesuai keinginan. Usahakan password dibuat dengan kombinasi huruf dan angka agar sewaktu-waktu password tidak bisa di tebak orang lain.                    Setelah mengisi password Root, tekan next untuk tahap selanjutnya.
h)Add User
Masukkan nama asli user, kemudian login name bersama password. Ini digunakan pada saat anda ingin menggunakan Linux.                 Isi form tersebut. Jika sudah selesai tekan next untuk melanjutkan.
i)

Autologin
Pada mandriva 2007, jika hanya memakai satu user saja maka fitur Autologin dapat dilakukan. Autologin sendiri adalah fitur dimana komputer secara otomatis akan ter-login di Linux tanpa harus mengisi password di menu login. Ini bisa mempermudah User tersebut. Jika anda tidak membutuhkannya, jangan
beri tanda centang pada pilihan “Use This Fiture” kemudian tekan next untuk
melanjutkan.                 
j) Bootloader
Bootloader adalah sebuah service yang hanya aktif jika dalam komputer tersebut terinstal 2 atau lebih system operasi. Dimana service bootloader ini berbentuk tampilan dan berisi pilihan ssstem operasi yang ingin di pakai. Linux akan meminta dimana tempat/direktori bootloader tersebut di install. Pilih salah satu kemudian tekan next untuk melanjutkan.             
k) Summary
Di menu ini merupakan review dari apa yang kita install sebelumnya. Termasuk konfigusari hardware. Ini berfungsi untuk mengecek kembali apa saja yang telah terinstal atau yang telah terkunfigurasi sebelumnya. Apakah sudah benar atau belum. Previewnya ada pada gambar berikut.                                       Kita akan mengkunfigurasi ulang pada bagian System > Country/Region untuk mengganti bagian Region. Sebagai contoh kita akan mengubah Settingan
sebelumnya yang “United Kingdom” menjadi “Switzerland”
                Setelah itu selanjutnya mengkonfigurasi Graphic Card pada Hardware > Graphical  Interface

 1280x800bpp.                      Selanjutnya adalah konfigurasi Network pada bagian Network & Internet > Network

 Ethernet.        Kemudian pilih interface/kartu jaringan yang kita gunakan.                 Tekan next, dan kita di haruskan untuk mengkonfigurasi Ethernet Card tersebut dengan mengisi IP,Netmask, dsb.                  Selanjutnya mengaktifkan beberapa Opsi. Beri tanda centang saja pada bagian yang perlu. Kemudian tekan next               Computer meminta agar koneksi di jalankan. Pilih Yes kemudian tekan next.          Konfigurasi telah selesai dilakukan.                Jika dirasa sudah cukup atau sudah terkonfigurasi. Tekan next untuk tahap selanjutnya. 
l) Update
 Sebelum tahap Instalasi Linux selesai, computer meminta apakah anda ingin   menginstal Update paket terbaru dari Distro Linux.                   Pilih No kemudian tekan Next untuk melanjutkan tahap terakhir dari instalasi.    
m) End Of Installation
   Akhirnya semua perangkat dan paket telah di install. Untuk mengakhiri tekan tombol Reboot dan Linux sudah siap digunakan. 

Jumat, 12 November 2010

tugas os linux

 Jenis file system dalam linux
file system adalah metode pemberian nama file dan cara menempatkannya ke dalam media penyimpan, termasuk penempatan file pada struktur direktori. Setiap sistem operasi memiliki metode yang berbeda-beda untuk menempatkan file dalam struktur hirarki.
Berikut ini adalah jenis-jenis file system linux:
  1. EXT2merupakan file sistem linux versi lama dan belum mendukung file system.Adapun kelebihan dari file system ini, yaitu ketika proses boot, sistem pada umumnya menjalankan pemeriksaan rutin (e2fsck) terhadap filesystem,dan ada juga kelebihan lainya yaitu file system ini dapat mendukung direktori,symbolic link dan penamaan file sampai 255 karakter.
  2. EXT3,
    EXT3 file sistem EXT3 adalah peningkatan dari EXT2 file sistem. Peningkatan ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya:

    1. Setelah kegagalan sumber daya, "unclean shutdown", atau kerusakan sistem, EXT2 file sistem harus melalui proses pengecekan dengan program e2fsck. Proses ini dapat membuang waktu sehingga proses booting menjadi sangat lama, khususnya untuk disk besar yang mengandung banyak sekali data. Dalam proses ini, semua data tidak dapat diakses. Jurnal yang disediakan oleh EXT3 menyebabkan tidak perlu lagi dilakukan pengecekan data setelah kegagalan sistem. EXT3 hanya dicek bila ada kerusakan hardware seperti kerusakan hard disk, tetapi kejadian ini sangat jarang. Waktu yang diperlukan EXT3 file sistem setelah terjadi "unclean shutdown" tidak tergantung dari ukuran file sistem atau banyaknya file, tetapi tergantung dari besarnya jurnal yang digunakan untuk menjaga konsistensi. Besar jurnal default memerlukan waktu kira-kira sedetik untuk pulih, tergantung kecepatan hardware.

    2. Integritas data EXT3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi
    kerusakan atau "unclean shutdown". EXT3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
    3. Kecepatan Dari pada menulis data lebih dari sekali, EXT3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada EXT2 karena EXT3 memaksimalkan pergerakan head hard disk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin. 4. Mudah dilakukan migrasi Kita dapat berpindah dari EXT2 ke sistem EXT3 tanpa melakukan format ulang.

    REISER
    Reiser file sistem Reiser file sistem memiliki jurnal yang cepat. Ciri-cirinya mirip EXT3 file sistem. Reiser file sistem dibuat berdasarkan balance tree yang cepat. Balance tree unggul dalam hal kinerja, dengan algoritma yang lebih rumit tentunya. Reiser file sistem lebih efisien dalam pemenfaatan ruang disk. Jika kita menulis file 100 bytes, hanya ditempatkan dalam satu blok. File sistem lain menempatkannya dalam 100 blok. Reiser file sistem tidak memiliki pengalokasian yang tetap untuk inode. Resier file sistem dapat menghemat disk sampai dengan 6 persen.

    SWAP
    Swap merupakan partition yang boleh dibuat pada hard disk dan digunakan sebagai virtual memory. Dengan maksud, swap ini digunakan apabila (fizikal memory) yang ada pada komputer telah digunakan secara maksimun, maka swap akan digunakan untuk menampung memori tambahan. Swap tidak boleh digunakan untuk data.
  3. EXT4 file system terbaru linux yang memiliki beberapa kelebihan dari EXT3, EXT4 sudah mendukung volume hingga 1 EB ( Exbibyte,1000 TB) dan mendukung file yang memiliku dukungan sampai 16 TB.

Sabtu, 18 September 2010

1 .Persamaan Regedit dan gpedit :
- memanipulasi sistem dan user pada windows
-menangani semua informasi user yang aktif serta menangani setting control panel pada sistem operasi windows
-menangani satu informasi user yang aktif pada sistem operasi windows
Jadi, fungsi gpedit.msc yaitu menangani software dan hardware pada windows
Fungsi gpedit pada user dan computer config
2. Fungsi yang ada di Gpedit :
- Computer Configuration
Administrator dapat menggunakan Komputer Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang diterapkan ke komputer, tidak peduli siapa yang log on ke komputer. Konfigurasi komputer pada umumnya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.
(Fungsi ini yang berhubungan langsung dengan sistem operasi . )
* Software Settings
* Windows settings
* Administrative Templates

- User Configuration
Administrator dapat menggunakan Pengguna Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang berlaku bagi pengguna, apapun komputer mereka log on ke. Konfigurasi Pengguna biasanya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.
(Dengan Fungsi ini kita bisa mengutak atik user , misalnya ; mendisable run , mendisable logoff , dll)
* Software Settings
* Windows settings
* Administrative Templates

10 contoh gpedit yang berhubungan dengan regedit
1. Run
*meniadakan menu run di start menu ( GPEDIT ) :
1. masuk ke start – run – ketikan gpedit .msc
2. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
3. Klik Start Menu and Taksbar
4. Klik kanan pada Remove Run menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit :
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. Kemudian klik HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Microsoft >> Windows >> Current Version >> Policies >> Explorer
3. Kemudian klik kanan pada Explorer >> New Dword >>
4. Rename New Value menjadi NoRun
5. Klik double pada NoRun sehingga muncul jendela Edit Dword Value.
6. Ubah Value datanya menjadi 1.
2. Logoff
*meniadakan menu logoff pada start menu ( GPEDIT ) :
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Logoff on the Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER | | Software | Microsoft | Windows | Current¬Version | Policies | Explorer
3. cari entry bernama “StartMenuLogOff “
4. jika tidak ada pilih Edit | New | DWord value , buat nama “StartMenuLogOff “
5. klik gan¬da entry tersebut dan ubah nilai value data di dalamnya menjadi “1″ (satu). Klik “OK”
3. Turn Off
*meniadakan menu TurnOff pada start menu (Gpedit) :
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove TurnOff on the Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit :
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer Klik menu Edit > New > DWORD Value
3. Beri nama NoClose
4. Klik ganda NoClose dan beri angka 1 pada Value Data.
4. Search
*menghilangkan menu search di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Search menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
3. Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoFind.
4. Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut dan berikan angka 1 untuk
5. Help and support
*menghilangkan Help and support di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Help menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
3. Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoSMHelp
4. Kemudian klik ganda pada NoSMHelp dan isi dengan angka 1 pada Value Data.
6. MyDocument
* menghilangkan My Document icon di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyDocument icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
3. Klik ganda pada Start_ShowMyDocs
4. masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
7. MyPictures
* menghilangkan Mypicture di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyPictures icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
3. Klik ganda pada Start_ShowMyPics
4. masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
8. User name
* menghilangkan username di startmenu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove User name from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\Explorer
3. Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoUserNameInStartMenu.
4. Klik ganda NoUserNameInStartMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
9. Set program acces and default
* menghilangkan Set program acces and default di startmenu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Set Program acces and defaults from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_USER/S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Uninstall
3.Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoChooseProgramsPage
4. Klik ganda NoChooseProgramsPage dan masukkan angka 0 pada Value Data.
10. MyMusic
*menghilangkan Mymusic di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyMusic icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
Perbedaan Regedit dan gpedit
Fungsi regedit adalah untuk melihat, membuat atau memodifikasi registry di dalam Windows. Sedangkan Gpedit.msc digunakan untuk melihat, membuat, dan memodifikasi Group Policy, yang digunakan untuk mengelola beberapa pengaturan di dalam setiap pengguna dan lingkungan Windows serta menyimpannya di dalam registry
Fungsi gpedit pada user dan computer config
2. Fungsi yang ada di Gpedit :
- Computer Configuration
Administrator dapat menggunakan Komputer Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang diterapkan ke komputer, tidak peduli siapa yang log on ke komputer. Konfigurasi komputer pada umumnya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.
(Fungsi ini yang berhubungan langsung dengan sistem operasi . )
* Software Settings
* Windows settings
* Administrative Templates

- User Configuration
Administrator dapat menggunakan Pengguna Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang berlaku bagi pengguna, apapun komputer mereka log on ke. Konfigurasi Pengguna biasanya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.
(Dengan Fungsi ini kita bisa mengutak atik user , misalnya ; mendisable run , mendisable logoff , dll)
* Software Settings
* Windows settings
* Administrative Templates

10 contoh gpedit yang berhubungan dengan regedit
1. Run
*meniadakan menu run di start menu ( GPEDIT ) :
1. masuk ke start – run – ketikan gpedit .msc
2. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
3. Klik Start Menu and Taksbar
4. Klik kanan pada Remove Run menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit :
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. Kemudian klik HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Microsoft >> Windows >> Current Version >> Policies >> Explorer
3. Kemudian klik kanan pada Explorer >> New Dword >>
4. Rename New Value menjadi NoRun
5. Klik double pada NoRun sehingga muncul jendela Edit Dword Value.
6. Ubah Value datanya menjadi 1.
2. Logoff
*meniadakan menu logoff pada start menu ( GPEDIT ) :
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Logoff on the Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER | | Software | Microsoft | Windows | Current¬Version | Policies | Explorer
3. cari entry bernama “StartMenuLogOff “
4. jika tidak ada pilih Edit | New | DWord value , buat nama “StartMenuLogOff “
5. klik gan¬da entry tersebut dan ubah nilai value data di dalamnya menjadi “1″ (satu). Klik “OK”
3. Turn Off
*meniadakan menu TurnOff pada start menu (Gpedit) :
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove TurnOff on the Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit :
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer Klik menu Edit > New > DWORD Value
3. Beri nama NoClose
4. Klik ganda NoClose dan beri angka 1 pada Value Data.
4. Search
*menghilangkan menu search di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Search menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
3. Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoFind.
4. Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut dan berikan angka 1 untuk
5. Help and support
*menghilangkan Help and support di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Help menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
3. Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoSMHelp
4. Kemudian klik ganda pada NoSMHelp dan isi dengan angka 1 pada Value Data.
6. MyDocument
* menghilangkan My Document icon di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyDocument icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
3. Klik ganda pada Start_ShowMyDocs
4. masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
7. MyPictures
* menghilangkan Mypicture di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyPictures icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
3. Klik ganda pada Start_ShowMyPics
4. masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
8. User name
* menghilangkan username di startmenu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove User name from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\Explorer
3. Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoUserNameInStartMenu.
4. Klik ganda NoUserNameInStartMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
9. Set program acces and default
* menghilangkan Set program acces and default di startmenu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Set Program acces and defaults from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_USER/S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Uninstall
3.Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoChooseProgramsPage
4. Klik ganda NoChooseProgramsPage dan masukkan angka 0 pada Value Data.
10. MyMusic
*menghilangkan Mymusic di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyMusic icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
Perbedaan Regedit dan gpedit
Fungsi regedit adalah untuk melihat, membuat atau memodifikasi registry di dalam Windows. Sedangkan Gpedit.msc digunakan untuk melihat, membuat, dan memodifikasi Group Policy, yang digunakan untuk mengelola beberapa pengaturan di dalam setiap pengguna dan lingkungan Windows serta menyimpannya di dalam registry
Fungsi gpedit pada user dan computer config
2. Fungsi yang ada di Gpedit :
- Computer Configuration
Administrator dapat menggunakan Komputer Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang diterapkan ke komputer, tidak peduli siapa yang log on ke komputer. Konfigurasi komputer pada umumnya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.
(Fungsi ini yang berhubungan langsung dengan sistem operasi . )
* Software Settings
* Windows settings
* Administrative Templates

- User Configuration
Administrator dapat menggunakan Pengguna Konfigurasi untuk mengatur kebijakan yang berlaku bagi pengguna, apapun komputer mereka log on ke. Konfigurasi Pengguna biasanya berisi sub-item untuk pengaturan perangkat lunak, pengaturan Windows, dan administrasi template.
(Dengan Fungsi ini kita bisa mengutak atik user , misalnya ; mendisable run , mendisable logoff , dll)
* Software Settings
* Windows settings
* Administrative Templates

10 contoh gpedit yang berhubungan dengan regedit
1. Run
*meniadakan menu run di start menu ( GPEDIT ) :
1. masuk ke start – run – ketikan gpedit .msc
2. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
3. Klik Start Menu and Taksbar
4. Klik kanan pada Remove Run menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit :
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. Kemudian klik HKEY_CURRENT_USER >> Software >> Microsoft >> Windows >> Current Version >> Policies >> Explorer
3. Kemudian klik kanan pada Explorer >> New Dword >>
4. Rename New Value menjadi NoRun
5. Klik double pada NoRun sehingga muncul jendela Edit Dword Value.
6. Ubah Value datanya menjadi 1.
2. Logoff
*meniadakan menu logoff pada start menu ( GPEDIT ) :
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Logoff on the Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER | | Software | Microsoft | Windows | Current¬Version | Policies | Explorer
3. cari entry bernama “StartMenuLogOff “
4. jika tidak ada pilih Edit | New | DWord value , buat nama “StartMenuLogOff “
5. klik gan¬da entry tersebut dan ubah nilai value data di dalamnya menjadi “1″ (satu). Klik “OK”
3. Turn Off
*meniadakan menu TurnOff pada start menu (Gpedit) :
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove TurnOff on the Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit :
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer Klik menu Edit > New > DWORD Value
3. Beri nama NoClose
4. Klik ganda NoClose dan beri angka 1 pada Value Data.
4. Search
*menghilangkan menu search di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Search menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
3. Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoFind.
4. Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut dan berikan angka 1 untuk
5. Help and support
*menghilangkan Help and support di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Help menu from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
* pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
3. Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoSMHelp
4. Kemudian klik ganda pada NoSMHelp dan isi dengan angka 1 pada Value Data.
6. MyDocument
* menghilangkan My Document icon di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyDocument icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
3. Klik ganda pada Start_ShowMyDocs
4. masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
7. MyPictures
* menghilangkan Mypicture di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyPictures icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
3. Klik ganda pada Start_ShowMyPics
4. masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
8. User name
* menghilangkan username di startmenu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove User name from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\Policies\Explorer
3. Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoUserNameInStartMenu.
4. Klik ganda NoUserNameInStartMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
9. Set program acces and default
* menghilangkan Set program acces and default di startmenu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove Set Program acces and defaults from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).
*pada regedit
1. Klik Start >> Run >> kemudian ketik regedit kemudian tekan OK atau ENTER hingga muncul jendela Registry Editor.
2. HKEY_USER/S-1-5-21-776561741-823518204-725345543-1004/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Uninstall
3.Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoChooseProgramsPage
4. Klik ganda NoChooseProgramsPage dan masukkan angka 0 pada Value Data.
10. MyMusic
*menghilangkan Mymusic di start menu ( GPEDIT )
1. Klik Administrative Templates yang ada dibawah User Configuration
2. Klik Start Menu and Taksbar
3. Klik kanan pada Remove MyMusic icon from Start menu –> properties –> pilih enable (OK).

Jumat, 30 Juli 2010

I Love You All


Windows Registry
Registry, dalam platform sistem operasi Microsoft Windows 32-bit, merupakan sebuah basis data yang disusun secara hierarkis yang mengandung informasi mengenai konfigurasi sebuah sistem, mulai dari konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya hingga preferensi pengguna. Registry merupakan pengganti berkas-berkas konfigurasi *.INI yang digunakan dalam sistem Windows 16-bit (Windows 3.x dan Windows for Workgroups). Registry, pertama kali diperkenalkan di dalam sistem Windows 16-bit sebagai penampung informasi mengenai pemetaan/asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, dan kemudian dikembangkan menjadi basis data dengan cakupan yang luas pada sistem-sistem operasi keluarga Windows NT. Registry juga kemudian digunakan pada sistem operasi kelas rumahan: Windows 95, Windows 98 dan Windows ME, tapi memang implementasi yang cukup bagus dari registry terdapat di dalam keluarga sistem operasi Windows NT.

Registry dalam Windows 16-bit

Registry dalam sistem Windows 16-bit (dimulai pada Windows 3.x) berguna hanya untuk menyimpan asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, serta asosiasi objek OLE di dalam dokumen dengan aplikasinya. Implementasi ini masih terbilang sederhana, karena jika dibandingkan dengan registry dalam Windows NT dan Windows 9x, asosiasi ekstensi berkas dan objek OLE hanya memakan satu anak pohon (subtree) saja, yakni di dalam HKEY_CLASSES_ROOT.

[sunting] Registry dalam Windows 9x

Dalam sistem operasi Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, struktur registry secara logis sama dengan struktur registry dalam Windows NT, tapi tidak kompatibel secara fisik. Dalam sistem operasi ini terdapat sebuah anak pohon tambahan, yakni HKEY_DYN_DATA yang dibuat secara dinamis dan digunakan untuk mengukur performa serta melakukan konfigurasi perangkat keras Plug and Play. Windows 9x menyimpan registry di dalam dua buah berkas, yakni %WINDIR%\system.dat dan %WINDIR%\user.dat. System.dat mengandung informasi mengenai sebuah komputer tertentu, sementara user.dat mengandung informasi mengenai sebuah profil milik pengguna. Ketika booting, Windows 9x akan memuat registry ke dalam ruangan kernel di dalam memori fisik.

[sunting] Registry dalam Windows NT

Registry dalam Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003 terbagi secara logis ke dalam lima buah anak pohon (subtree), yang setiap pohon tersebut mengandung kumpulan kunci (key) dan anak kunci (subkey) yang disusun secara hierarkis. Susunan ini sama dengan susunan direktori dalam sistem berkas. Sementara itu, secara fisik, registry terdiri atas beberapa berkas yang disebut sebagai hive dan berkas catatan transaksi (transaction log) untuk setiap hive-hive tersebut yang disimpan di dalam direktori %systemroot%\system32\config.

[sunting] Berkas fisik registry

Registry Windows disimpan dalam beberapa berkas, tergantung sistem operasi Windows yang digunakan. Nama berkas-nya pun kadang-kadang berbeda-beda antar versi sistem operasi, tapi semua berkas tersebut disimpan di dalam mesin lokal, kecuali NTuser.dat yang dapat diletakkan di dalam komputer lainnya untuk mengizinkan fungsi roaming profile dan group policy dalam Windows NT, yang umumnya disimpan di dalam server dalam jaringan lokal.

Registry Windows terdiri atas beberapa anak pohon berikut, yang disusun secara hierarkis dengan My Computer sebagai root directory-nya:
  • HKEY_LOCAL_MACHINE, sering disebut sebagai HKLM, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi sistem yang bersangkutan, yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Semua yang terdapat di dalam anak pohon ini diaplikasikan kepada semua pengguna.
  • HKEY_CURRENT_USER, sering disebut sebagai HKCU, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi yang dimiliki oleh pengguna yang sedang melakukan logon, yang menyimpan informasi mengenai konfigurasi preferensi pengguna (konfigurasi desktop, warna, dan konfigurasi lainnya yang setiap pengguna dapat melakukan kustomisasi terhadapnya).
  • HKEY_USERS, sering disebut sebagai HKU, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi setiap pengguna yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan. Setiap anak kunci dari anak pohon ini diidentifikasikan dengan menggunakan nomor Security Identifier (SID) yang dimiliki oleh pengguna. Ketika pengguna melakukan logon, SID yang cocok akan dimuat ke dalam anak pohon HKEY_CURRENT_USER.
  • HKEY_CLASSES_ROOT, sering disebut sebagai HKCR, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi asosiasi/pemetaan ekstensi sebuah berkas atau objek Object Linking and Embedding (OLE) dengan aplikasi yang dapat menanganinya. Sebagai contoh, berkas berekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad dan masih banyak lainnya.
  • HKEY_CURRENT_CONFIG, sering disebut sebagai HKCC, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang sedang digunakan saat itu, yang diperoleh pada saat proses booting dilakukan. Informasi yang disimpan di sini bersifat volatil dan tidak disimpan secara permanen ke dalam berkas penampung registry, tapi akan selalu dibuat setiap kali proses booting dilakukan.
  • HKEY_DYN_DATA, yang hanya terdapat di dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, merupakan tempat penyimpanan konfigurasi dinamis untuk semua perangkat keras plug-and-play. Tidak ada padanannya dalam Windows NT, tapi dalam Windows NT 5.x, terdapat sebuah anak pohon HKEY_PERFORMANCE_DATA, yang hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi performance counter Windows 2000, mengingat semua konfigurasi perangkat keras disimpan di dalam HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE\.
Catatan: HKEY di dalam registry Windows, merupakan singkatan terhadap kata "Handle to Key".

[sunting] HKEY_LOCAL_MACHINE

Menyimpan informasi/data mengenai semua konfigurasi mesin yang bersangkutan. HKLM bukanlah symbolic link ke kunci registry manapun. HKEY_LOCAL_MACHINE memiliki beberapa anak kunci, yakni:
  • HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE, berguna untuk menyimpan semua konfigurasi perangkat lunak yang terinstal di dalam komputer yang bersangkutan, dan konfigurasinya yang akan diaplikasikan kepada semua pengguna, baik pengguna yang melakukan logon secara lokal/interaktif maupun yang melakukan logon secara remote (melalui service logon, batch logon, atau terminal services logon).
  • HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM, berguna untuk menyimpan semua informasi dan konfigurasi sistem operasi Windows yang sedang berjalan. Di sini terdapat semacam recovery point, yang disebut sebagai LastKnownGood Configuration, yang akan digunakan pada saat sistem mengalami masalah pada saat proses booting. Semua konfigurasi driver dan layanan Windows (Win32 Service dan komponen Windows seperti NTFS dan TCP/IP) disimpan di sini.
  • HKEY_LOCAL_MACHINE\SAM, berguna untuk menyimpan basis data akun pengguna yang terinstal di dalam sistem operasi yang bersangkutan. Secara default, SAM tidak dapat diakses, bahkan oleh administrator sekalipun, karena memang access control-nya tidak memungkinkan hal itu dilaksanakan. SAM adalah singkatan dari Security Accounts Manager.
  • HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE, berguna untuk menyimpan konfigurasi perangkat keras di dalam sistem yang bersangkutan, seperti halnya konfigurasi sumber daya perangkat keras (interupsi perangkat keras, konfigurasi DMA, dan konfigurasi lainnya).
  • HKEY_LOCAL_MACHINE\SECURITY, berguna untuk menyimpan konfigurasi keamanan Windows.

[sunting] HKEY_CURRENT_USER

Menyimpan informasi/data yang diasosiasikan dengan pengguna yang sedang masuk log. HKCU merupakan sebuah symbolic link ke kunci registry HKEY_USERS\<SID dari pengguna yang bersangkutan>. HKCU juga menyimpan informasi mengenai profil pengguna, konfigurasi perangkat lunak, dan preferensi mereka. Terdapat beberapa anak kunci, yakni:
  • AppEvents, yang digunakan untuk menyimpan asosiasi antara suara dengan sebuah event. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->Sound untuk mengubahnya, dan jangan menyunting secara langsung dari sini.
  • Console, yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi jendela Command Prompt (cmd.exe); contoh: lebarnya, tingginya, dan warnanya. Disarankan untuk menggunakan Command Prompt->Properties untuk mengubahnya, dan jangan menyunting langsung dari sini.
  • Control Panel, digunakan untuk menyimpan konfigurasi screen saver, skema desktop, warna, keyboard, dan mouse. Selain itu juga dapat menyimpan informasi ketidakmampuan (accessibility) dan regional settings. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->Display, Control Panel->Accessibility, dan Control Panel->Language and Regional Options untuk mengubahnya, dan jangan menyuntingnya secara langsung dari sini.
  • Environment, mengandung definisi Environment Variable. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->System->Advanced->Environment Variables untuk mengubahnya, dan jangan menyunting langsung dari sini.
  • Keyboard Layout, menyimpan konfigurasi lay-out konfigurasi keyboard (contoh U.S. English, atau U.K. English, atau U.S. Dvorak, dan lain sebagainya).
  • Network, menyimpan konfigurasi dan pemetaan drive yang berada di jaringan.
  • Printers, menyimpan konfigurasi koneksi printer.
  • Software, digunakan untuk menyimpan preferensi pengguna terhadap sebuah perangkat lunak tertentu.
  • UNICODE
  • Windows 3.1 Migration Status

[sunting] HKEY_USERS

Anak pohon HKEY_USERS mengandung beberapa anak yakni semua profil pengguna yang terdaftar di dalam sistem yang bersangkutan dan basis data registrasi objek OLE. Selain itu, anak pohon ini juga mengandung HKEY_USERS\.DEFAULT, yang dihubungkan dengan profil milik akun SYSTEM, yang merupakan profil yang digunakan oleh salah satu komponen Windows, WINLOGON.EXE, untuk menyimpan semua konfigurasi seperti halnya HKEY_CURRENT_USER, yakni bagaimana tampilan desktop, bagaimana konfigurasi perangkat keras dan lain-lain. Pengaturan yang diberlakukan terhadap HKU\.DEFAULT ini dapat menjadikan konfigurasi desktop dan lain-lain pada saat proses logon Windows akan berubah dari pengaturan default-nya.
Ketika seorang pengguna masuk log ke sebuah sistem untuk pertama kalinya, sementara akun miliknya tidak berupa roaming profile (yakni, sebuah profil pengguna yang disimpan di dalam tempat tersentralisasi di dalam domain controller), maka Windows akan membuatkan sebuah profil yang baru untuknya, yang dibuat berbasiskan pengaturan yang terdapat di dalam C:\Documents and Settings\Default User.

[sunting] HKEY_CURRENT_CONFIG

Anak pohon HKEY_CURRENT_CONFIG mengandung data konfigurasi untuk profil perangkat keras (hardware profile) yang sedang digunakan oleh Windows. HKCC tidak mengandung data apapun, karena memang anak pohon ini merupakan sebuah symbolic link terhadap HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Hardware Profiles\Current. Dengan demikian, dengan mengubah kunci tersebut atau mengubah HKCC, akan menghasilkan sesuatu yang sama.
Penggunaan profil perangkat keras mengizinkan administrator untuk mengonfigurasikan beberapa variasi dari pengaturan driver perangkat keras yang digunakan pada saat melakukan booting. Meskipun profil yang digunakan dapat berubah dari satu proses booting ke proses booting lainnya, aplikasi dapat merujuk ke anak pohon ini untuk mencari profil mana yang sedang dimuat oleh Windows. Pengaturan profil perangkat keras dapat dilakukan dengan Control Panel->System->Hardware->Hardware Profiles. Jika ada lebih dari satu profil perangkat keras, maka komponen Windows, yakni NTLDR, akan menanyakan kepada pengguna mengenai profil yang harus dimuat pada saat proses booting dilakukan.

[sunting] HKEY_CLASSES_ROOT

Anak pohon HKEY_CLASSES_ROOT mengandung dua jenis data, yakni:
  • Data yang mengasosiasikan jenis berkas (dilihat dari ekstensinya atau kelasnya) dengan program yang dapat membukannya. Subkunci jenis berkas di dalam HKEY_CLASSES_ROOT memiliki nama yang sama dengan ekstensi nama berkas, seperti halnya .txt, .exe, dan lain-lain. Asosiasi jenis berkas ini disimpan di dalam registry, tapi disarankan untuk menggunakan Folder Options->File Types jika memang hendak mengubahnya.
  • Data konfigurasi untuk objek-objek Object Linking and Embedding (OLE)/Component Object Model (COM).
Isi dari HKCR diambil dari dua sumber, yakni HKLM\SOFTWARE\Classes dan HKCU\SOFTWARE\Classes. Jika sebuah subkey atau entri terdapat di dalam salah satu dari dua lokasi tersebut, maka hal tersebut akan ditampilkan juga di dalam HKCR. Jika ada dua entri yang konflik di antara dua lokasi tersebut, hanya HKCU\SOFTWARE\Classes yang akan ditampilkan di dalam HKCR.